Survei CHED: Ketahanan Masyarakat Hadapi Bencana Kesehatan Masih Lemah


Rilis Hasil Survei

Dampak Sosial-Ekonomi, Psikologi-Kesehatan dan Religiusitas Akibat Pendemi Corono Virus Disease 2019 (COVID-19) Pada Masyarakat Perkotaan CHED (Center of Human and Economic Development) ITB Ahmad Dahlan Jakarta Maret 2020

Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya siap menghadapi dampak wabah pandemi Covid-19 terhadap kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil survei yang dirilis Center of Human and Economic Development (CHED) ITB Ahmad Dahlan Jakarta, menunjukkan bahwa masyarakat masih belum memanfaatkan teknologi dalam memenuhi kebutuhan sehari hari.

Ketua CHED Roosita MD memaparkan, kebutuhan internet yang tinggi (71%) tidak dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dengan jasa online yang hanya 19%. Sedangkan wabah Covid-19 ini berdampak pada pendapatan mereka (69%).

“Artinya, pendapatan masyarakat yang diperoleh secara harian masih cukup besar dibandingkan dengan yang berpendapatan tetap,” ujar Roosita.

Belum lagi, kata Roosita, masyarakat dipaksa bekerja dan beraktivitas dari rumah sehingga berpengaruh pada tingkat religiusitas dan spiritualitas yang saling berkebalikan. Secara religiusitas, kata Roosita, tentu berdampak negatif namun secara spiritualitas berdampak positif.

Selain itu, ketahanan psikologi yang cukup rentan terlihat dengan kekhawatiran dan keresahan serta kebingungan masyarakat yang cukup tinggi (56% -66%) yang diakui bahwa berita di media sangat berpengaruh terhadap tingkat psikologi masyarakat (80%).

“Walaupun 90% merupakan mereka yang tidak merokok dan tidak memliki riwayat penyakit tahunan,” terangnya.

Dari penelitian ini, CHED menyimpulkan bahwa faktor sikap masyarakat yang tidak peduli anjuran pemerintah menjadi salah satu factor utama semakin menybarnya COVID 19 di masyarakat (66%) dan faktor kedua adalah kurangnya kesiapsiagaan pemerintah pusat (20%).

Selain itu, survei ini menunjukkan bahwa ketahanan masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di perkotaan masih sangat lemah dalam menghadapi bencana kesehatan