Ngaji Ekonomi ITB-AD Bahas Rokok, Plastik, dan Pemanis


Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh di Bulan Ramadhan tepatnya tanggal 31 Mei mendatang, Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) melalui Center of Human and Economics Development (CHED) menggelar Ngaji Ekonomi (Selasa, 21/05) di Cafe Undertwenty ITB-AD, Kampus Ciputat. Diketahui, ini merupakan Ngaji Ekonomi ketiga selama tahun 2019 yang diadakan ITB-AD. Topik yang diangkat kali ini yakni “A Nice Halal Ramadhan” dengan tiga isu pembahasan diantaranya rokok, plastik, dan pemanis.

Roosita Meilani Dewi selaku Kepala CHED ITB-AD saat dimintai keterangan (Rabu, 22/05) mengatakan, “Moment Ramadhan merupakan waktu yang tepat sebagai waktu pengendalian terhadap hal-hal yang memiliki dampak negatif. Rokok, plastik dan pemanis adalah produk-produk yang sangat perlu dikendalikan.”

Ia juga menjelaskan perlunya pemerintah menaikan cukai dan harga agar dapat mengendalikan ketiga produk tersebut. “Cukai dan harga menjadi salah satu instrument yang sangat tepat untuk pengendalian produk-produk tersebut,” terang Roosita.

Selain cukai dan harga, Roosita juga menyebutkan bahwa kendali bisa dilakukan melalui produk halal dan baik. “Bagi umat Islam, dengan menggunakan kriteria seperti itu akan sangat membantu pengendalian produk-produk tersebut, khususnya rokok,” ujarnya.

Sebagaimana disampaikan Roosita, hadir sebagai narasumber diantaranya Mukhaer Pakkanna selaku Rektor ITB-AD, Saiful Anwar selaku Direktur Program Pascasarjana ITB-AD dan Nadratuzzaman Hosen selaku Direktur Utama Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thoyyiban Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPH-KHT Muhammadiyah). Kemudian, dimoderatori oleh Sutia Budi selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik ITB-AD.

“Ngaji ekonomi dengan tiga narasumber dari perspektif yang berbeda diantaranya produk halal, ekonomi syariah, dan ekonomi politik tentunya memberikan era baru bagaimana pengendalian tembakau di Indonesia, tak terkecuali plastik dan pemanis,” tutupnya.